UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bukti Pembiayaan SBSN Bersifat Produktif Untuk Membangun Ekonomi Syariah Indonesia Lebih Baik

By Abdi Satria


nusakini.com-Yogyakarta-Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri sekaligus menyampaikan keynote speech pada Acara Penandaan Aset dan Peluncuran Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (08/07). Ia menyampaikan jika pembangunan gedung menggunakan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Jadi gedung ini dibangun dengan SBSN, artinya dibangun dengan utang yang syari dan dijalankan dengan memenuhi seluruh prinsip islam, prinsip syariah,” terang Wamenkeu dalam sambutannya.

Lebih lanjut Wamenkeu menjelaskan bahwa pembiayaan pembangunan gedung pendidikan tersebut bersifat produtif, yang kedepannya bertujuan untuk membangun ekonomi syariah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, prosedur pembiayaan tersebut sudah melalui persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau nanti gedungnya sudah terbangun menghasilkan makin banyak lulusannya, makin pintar lulusannya, kemudian membangun ekonomi syariah di Indonesia. Bermanfaat nggak itu? Bermanfaat sekali,” ujarnya.

Wamenkeu juga menyampaikan jika ia memberi dukungan penuh dalam pengelolaan keuangan negara untuk membangun sumber daya manusia (SDM), terutama pendidikan.

“Konstitusi kita Undang-Undang Dasar NKRI 1945 memberi amanah 20% belanja negara harus untuk sektor pendidikan. Ini kita lakukan secara bertanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara kita,” terangnya.

Wamenkeu berharap, pembangunan gedung ini kedepannya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih pintar dan hebat yang dapat berkontribusi dengan membangun ekonomi syariah dan ekonomi Islam menjadi semakin baik demi kemakmuran rakyat. Bukan hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga bagi masyarakat di dunia.

“Pada saatnya nanti pasti kegiatan ekonominya lebih tinggi, pajak yang dibayar lebih tinggi, dan penerimaan negara dipakai lagi, diputer lagi uangnya untuk membayar SBSN tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu juga melakukan penandaan aset SBSN. Penandaan ini menjadi pengingat bahwa Aset di UIN Sunan Kalijaga dibangun dengan penuh tanggung jawab dalam mengelola APBN berlandaskan prinsip syari.

“Titip uang SBSN untuk digunakan membangun gedung, mendidik mahasiswa, dan sumber daya manusia Indonesia ke depan. Saya izin Pak Rektor, untuk melakukan penandaan aset di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” tutupnya. (rls)